Tuesday, November 13, 2012

"Ditolong" Dua Ibu Mencium Hajar Aswad


1992
Usai melaksanakan sholat Shubuh berjamaah di Mesjid Haram, biasanya dilanjutkan dengan menunggu waktu Dhuha. Biasanya diisi dengan dzikir, membaca Al Quran, mencari sarapan teh susu dan roti Arab.

Setelah menyelesaikan sholat Dhuha, berniat melakukan thawaf sunah. Sekalian berniat, ingin mencium Hajar Aswad.  Waktu itu teramat ramai. Kecil kemungkinan untuk berhasil.  There is a will, there is a way. Ada kemauan pasti ada jalan.  Bulat tekad, untuk mencoba mencium hajar Aswad. Berhasil atau tidaknya, serahkan pada kekuasaan Allah.

Tentunya, upaya tersebut tidak bisa dilakukan bila Emak dibawa ikut serta.  Jangankan untuk ikut mencium Hajar Aswad.  Untuk thawaf sunat pun beliau tidak bisa.  Akhirnya, setelah memohon ijin dan meminta restunya.  Emak, ditempatkan di sebuah pilar mesjid  paling depan yang lurus dengan pal cokelat batas mulai thawaf. Dengan tujuan, agar mudah mencari dan menemukan Emak. Pada saat selesai thawaf.

Thawaf, putaran demi putaran dapat terlaksana tanpa hambatan apapun. Tapi keinginan, untuk mencium Hajar Aswad beberapa kali kandas.  Akhirnya pada putaran terakhir, tubuh bisa mendekat ke tempat Hajar Aswad.  Alhamdulillah, sudah dekat.  Tepat, ketika hampir sepenggalan tangan akan meraih logam pelindung Hajar Aswad.  Mata terpaku pada dua orang ibu  yang hampir tergencet.  Hampir terjatuh! Di atas mukena yang dikenakan kedua ibu itu, tampak pita biru tertindik peniti, dengan tulisan "Palembang". Kedua ibu itu merintih dan meminta tolong untuk bisa keluar dari desakan jemaah yang mendorong ke arah Hajar Aswad.

Jeritan dan permintaan tolong dari kedua ibu itu sepertinya tidak ada yang mendengar. Mata lekat, menatap mata mereka yang diliput harap untuk diselamatkan. Lengan yang sudah hampir meraih logam penutup Ka'bah, refleks malah memegang pundak salah seorang Ibu yang hampir terjatuh.  Entah kekuatan dari mana. Ringan saja, tubuh si ibu terangkat dengan dipegang leher belakangnya hanya dengan satu lengan. Ibu kedua, Alhamdulillah, terselamatkan juga dengan cara sama yang tidak masuk diakal! Kedua ibu itu, beberapa kali mengucap syukur dan berterima kasih. Bertiga mengucap Alhamdulillah...

Anehnya pasca  menolong kedua ibu itu. Diantara jemaah yang berdesakan untuk mencium Hajar Aswad. Tampak seperti sebuah "lorong panjang" langsung menuju Hajar Aswad. Tidak tertutup atau terhalang oleh tubuh para jemaah yang berjubel dengan tujuan sama. Mencium Hajar Aswad!  Terkesiap sejenak dengan keanehan itu.  Namun, akal sehat menyatakan; sekarang atau tidak sama sekali. Masuk ke lorong di antara tubuh para jemaah yang berdesakan.  Langsung mencium Hajar Aswad tanpa kesulitan, tanpa kendala, tanpa halangan sama sekali. Lama mencium hajar Aswad dengan membuncahkan sejuta doa. Subhanallah, Alhamdulillah.

No comments:

Post a Comment